penelitian filologi..docx

Please download to get full document.

View again

of 49
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Information Report
Category:

Documents

Published:

Views: 7 | Pages: 49

Extension: PDF | Download: 0

Share
Related documents
Description
penelitian filologi..docx
Transcript
  BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang Masalah. Kebudayaan daerah masa silam merupakan unsur kebudayaan nasional yang dapat memberikan corak dan karakteristik kepribadian bangsa. Upaya pembinaan dan pengembangan kebudayaan nasional tidakdapat terlepas dari penggalian serta pengkajian sumber-sumber budaya daerah yang tersebar diseluruh Nusantara. Kegiatan seperti itu menunjukkan adanya kesadaran untuk menggali dan memanfaatkan bahan-bahan yang ada pada kebudayaan daerah. Penggalian dan pengembangan kebudayaan daerah tersebut membutuhkan data dan informasi selengkap mungkin sehingga keanekaragaman kebudayaan daerah tersebut dapat dilihat sebagai suatu wujud kebudayaan nasional.Salah satu sumber informasi kebudayaan yang sangat penting dalam rangka perwujudan kesatuan budaya nasional adalah naskah. Naskah dapat dipandang sebagai dokumen budaya, karena naskah berisi berbagai data dan informasi ide, pikiran, perasaan dan pengetahuan sejarah, serta budaya bangsa atau kelompok sosial budaya tertentu. Naskah lama bukan saja memiliki gambaran masa lampau, tetapi juga merupakan sumber pengetahuan yang dapat membantu dalam usaha mempelajari, mengetahui, mengerti, bahkan menyajikan sejarah perkembangan kebudayaan bangsa. Sebagai sumber informasi sosial budaya, dapat dipastikan bahwa naskah-naskah lama termasuk salah satuunsur budaya yang erat kaitannya dengan kehidupan sosial budaya masyarakat yang melahirkan dan mendukungnya. ahirnya naskah-naskahlama erat pula kaitannya dengan kecakapan baca-tulis atau pengetahuan tentang aksara yang akhirnya sampai pula pada generasi sekarang.Naskah adalah hasil tulisan tangan yang menyimpan berbagai ungkapan pikiran dan perasaan sebagai hasil budaya bangsa masa lampau !"aried, #$$%& '%(. Naskah merupakan semua bahan tulisan tangan pada nenek moyang kita pada kertas, lontar, kulit, kayu dan rotan !)jamaris, *++*&(. Pada umumnya naskah-naskah tersebut ditulis dalam bahasa daerah yang ada di Nusantara. Salah satu naskah yang ditulis dalam bahasa Sunda adalah naskah Kitab at-Tajwîd.  kibat proses penuruna atau penyalinan, terjadilah beberapa naskah berisi sejenis. )alam penyalinan yang berkali-kali, tidak tertutup kemungkinan timbulnya berbagai kesalahan atau perubahan secara bertingkat. al itu terjadi, antara lain, karena mungkin penyalinan kurang memahami bahasa atau pokok persoalan naskah yang disalin atau karena tidaktelitian penyalin sehingga beberapa huruf hilang !haplogra/(, penyalin maju dari satu perkataan ke perkataan lain yang sama, beberapabaris terlampui, atau sebaliknya ditulis dua kali !ditogra/(. )alam proses salin-menyalin yang demikian, korup atau rusak bacaan tidak dapat dihindari !"aried, #$$%& 0+(.kibat keadaan tersebut, maka dalam meneliti naskah lama di 1ndonesia bukan sekedar membacanya untuk mengetahui isi yang terkandung di dalamnya, melainkan juga memerlukan penelitian /lologi untuk mendapatkan kembali bentuk mula teks yang mungkin berubah selama proses penyalinan. ermansoemantri mengatakan, apabila sautu naskah belum digarap dengan kritik yang beralatkan /lologi, teks naskah belum bisa dipakai sebagai sumber, semua data yang diambil dari naskah tersebut masih bersifat sementara. Sawu mengatakan, naskah yang sudahditeliti secara ilmiah atau /lologis dapat bermanfaat bagi ilmu-ilmu lain seperti linguistik, sejarah kebudayaan, sastra, folklor, antropologi, hukum adat, sejarah perkembangan agama, /lsafat dan lain sebagainya."erdasarkan waktu penulisannya, naskas sunda dapat dibagi tiga periode, yaitu masa kuna !masa sekitar abad ke-#2 dan sebelumnya(, masa peralihan !sekitar abad ke-#3 4asehai(, masa baru !sekitar abad ke-#$ dan *+(. 4asa kuna diawali oleh naskah-naskah &  Carita parahiyangan !kropak %+0(, Naskah Ciburuy, Pantun Ramayana  !kropak ##+*(, Sanghiyang Siksa Kandang Karesian  dan Bujangngga anik. 4asa peralihan diawali oleh naskah-naskah & Carita !aruga "uru  dan  Cari#s Prabu Si$iwangi . 4asa baru diawali oleh naskah-naskah & Cari#s unada, !awa%an Sajarah "a$uh, !awa%an Sukapura, Carita &ipati 'kur, Carita Sajarah (ampahing para !a$i Kabeh dan !awa%an )hmad uhammad !5kadjati dkk, #$22& #+( B.Identifkasi dan Perumusan Masalah Penelitian Naskah Kitabu$ Tajwidi  yang didapat dari Pondok Pesantren Sukamiskin "andung, cukup menarik untuk diteliti lebih lanjut. Setelah teks Kitabu$ Tajwidi  dibersihkan dari berbagai macam bentuk kesalahan yang terjadi selama proses penyalinan, teks yang masih menggunakan  bahasa Sunda tersebut memerlukan penerjemahan ke bahasa 1ndonesia agar dapat dipahami para pembaca yang belum mengerti bahasa Sunda.4engingat teks tersebut disajikan dalam bentuk Nad6om yang membahas kaidah-kaidah tajwid , maka diperlukan kajian isi lebih dalam sehingga pembaca naskah dapat memahami dan menyajikannya lebih lanjut. Pernyataan tersebut sebenarnya telah menyiratkan tentang pokok permasalahan dalam penelitian ini, yang dapat dirumuskan sebagai berikut &a."agaimana )eskripsi Naskah Kitab at-Tajwîd * b."agaimana Suntingan 7eks Kitab at-Tajwîd * 8. Tujuan Penelitian ."erdasarakan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini sebagaiberikut.a.4engetahui gambaran wujud /sik naskah Kitab at-Tajwîd b.4enyajikan suntingan teks Kitab at-Tajwîd D.Pentingnya Penelitian. 4enurut Sutrisno, penelitian apapun harus didasarkan atas sebuah teks yang asli, semurni atau sesempurna mungkin !Sutrisno, #$3%& %(. )aripada-nya, sebelum teks Kitabat-Tajwîd  diteliti secara /lologis, tentu teks itu belum layak dipaki sebagai bahan informasi yang akurat. 9ika tidakdemikian, kemungkinan besar penelitian atau kesimpulan mengenai teks itu, baik secara keseuruhan, mengenai bagian-bagian pokok atau sampingan dari teks itu, akan jauh menyimpang dari yang semestinya.  7eks Kitab at-Tajwîd yang merupakan isi kaidah-kaidah ilmu tajwid sebagaiilmu dasar untuk lancar membaca l-:uran dengan baik dan benar. ;leh karena itu, teks tersebut belum bisa dipergunakan sebagai sumber studi untuk bidang ilmu lain. Kalaupun dipergunakan, hanya bersifat sementara.Uraian di atas menunjukkan pentinganya melakukan penelitian terhadap naskah Kitab at-Tajwîd . 9ika tidak dilakukn, maka warisan budaya yang bernilai keagamaan yang terkandung didalamnya akan tetap merupakan suatu misteri yang tak pernah dapat dimengeri dan menjadi tabir penghalang untuk dapat dimanfaatkan. E.Langkahlangkah dan Met!de Penelitan.".Met!de Penelitian. 4etode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodepenelitian yang berlaku dalam /lologi, dengan tahapan danmetode sebagai berikut&   7ahap pertama, pengumpulan data berupa in<entarisasinaskah. 4enurut )jamaris, pengumpulan data dilakukan denganstudi pustaka dan kerja lapangan. Studi pustaka dilakukan untukmengumpulkan informasi yang berhubungan dengan naskah kitab Kitab at-Tajwîd yang ada di koleksi naskah. Sedangkan kerjalapangan dilakukan untuk mendapatkan bahan-bahan yangdiperlukan dalam penelitian dengan menghubungi para tokohmasyarakat. 7ahap kedua, pengolahan data dengan menggunakan metodedeskriptif. Naskah Kitab )t-Tajwîd dideskripsikan dengan pola,yaitu& judul naskah, nomor naskah, asal naskah, ukuran naskah,ukuran teks, keadaan naskah, tebal naskah, jumlah halaman, jumlah baris tiap halaman, bentuk karangan, umur naskah, bahasanaskah, dan ringkasan isi. 7ahap ketiga, penyuntingan teks. Naskah kitab at-Tajwîd hanyaterdapat di satu tempat yaitu di Kabupaten "andung, tepatnya diPesantren Sukamiskin !Pesantren Nurul uda( "andung. )engandemikian, metode penelitian yang digunakan adalah metodestandar. 4etode standar digunakan apabila isi naskah dianggapsebagai cerita biasa, bukan cerita yang dianggap suci atau pentingdari sudut agama atau sejarah sehingga tidak perlu diperlakukansecara khusus. dapun hal-hal yang dilakukan dalam metode ini,sebagai berikut&#(4entransliterasi teks=*(4embetulkan kesalahan teks=(4embuat catatan perbaikan=%(4emberi komentar= dan,'(4embagi teks dalam beberapa bagian. 7ahap keempat terjemahan teks. Pada tahap terjemah teks ini,penulis menggunakan pola terjemah setengah bebas, denganmaksud agar terjemahan mampu mengungkapkan makna ataupesan teks secara mudah dan menyeluruh. Peneliti  menerjemahkan ide tulisan engan tidak terlalu terikat padasusunan kata demi kata. #.$um%er Data Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan duacara, yaitu& studi pustaka dan kerja lapangan. Penulis menetapkankitab at-Tauhid  sebagai sumber data melalui kerja lapangandengan menghubungi para tokoh masyarakat. Naskah tersebuthanya terdapat di satu tempat yaitu di wilayah SukamiskinKabupaten "andung, tepatnya di Pesantren Sukamiskin !PesantrenNurul uda( "andung. BAB II&A'IAN TE()IA.Deskri*si Naskah )eskripsi naskah adalah memaparkan atau menggambarkan dengan kata-kata secara jelas dan terperinci keadaan naskah yang diteliti. )alam Kamus "esar "ahasa 1ndonesia !K""1(, kata >naskah? diartikan dalam empat de/nisi& !#( karangan yang masih ditulis dengan tangan= !*( karangan seseorang yang belum diterbitkan= !(
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks